Jadwal CPR

Puncak 5-7 Juni 2015

Surabaya 12-14 Juni 2015

Makassar 15-17 Agustus 2015


      

Antisipasi Sekolah Agar Remaja Putri Tidak Hamil

altHari ini saya dikejutkan oleh sebuah berita di Detik.com bahwa di Southampton, Inggris, Alat kontrasepsi yang seharusnya digunakan oleh orang yang sudah menikah.Tapi sekolah di Southampton memberikan kontrasepsi implan untuk remaja putrinya tanpa sepengetahuan para orangtua.

Pelajar putri dipasangi kontrasepsi implan untuk menurunkan angka kehamilan remaja. Prosedur ini dilakukan di Southampton, Inggris, sebagai bagian dari inisiatif pemerintah untuk menurunkan angka kehamilan remaja. Diduga sebanyak 9 sekolah menengah di kota tersebut terlibat. Melihat kondisi tersebut terlihat bahwa prilaku seks pada usia remaja sudah menjadi lifestyle, sehingga paradigma mereka mengenai seks bukanlah hal yang tabu atau istilah mereka “Virginity is nothing”!! Namun apakah dengan cara ini sebenarnya pihak sekolah sedang membangun moral para remaja atau hanya sekedar mengantisipasi tingkat kehamilan saja, agar tidak terjadi ada siswa yang malu dan putus sekolah karena hamil.. padahal dibalik ini semua tampaknya sekolah mulai turut mendukung hubungan sex di luar nikah adalah hal “biasa”.
 
Bagaimana tanggapan dari orang tua?? Kondisi ini tentu saja menimbulkan reaksi keras dari para orangtua yang tidak mengetahui atau menyadari bahwa anak perempuannya telah dipasangkan dengan alat implan berukuran 4 cm yang dimasukkan di bawah kulit.

Sampai saat ini belum diketahui persis berapa banyak gadis muda yang dipasangi kontrasepsi implan ini. Juru kampanye dari Family Education Trust mengatakan kondisi malah bisa memicu banyaknya hubungan seks di bawah umur. "Hal ini bisa membuat anak laki-laki memberikan tekanan pada perempuan untuk mau berhubungan seks. Mereka bisa mengatakan ke pacarnya, 'Kamu bisa datang ke klinik sekolah untuk mendapatkan implan, dan tidak perlu khawatir tentang kehamilan'," ujar Normal Wells, direktur Trust, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (8/2/2012).

Wells menuturkan orangtua menyekolahkan anaknya agar bisa mendapatkan pendidikan yang baik, tapi kepercayaan ini sebaiknya tidak dirusak oleh petugas kesehatan yang memberikan implan tanpa sepengetahuan orangtua. Seorang ibu yang anak gadisnya (13 tahun) menerima implan ini menuturkan aturan tersebut secara moral salah. Ibu yang tidak mau disebutkan namanya ini menuturkan anaknya harus menjalani konsultasi dengan ahli kesehatan sebelum menerima kontrasepsi, tapi tidak ada tindak lanjutnya lagi.

"Saya merasa sangat marah tentang hal ini, saya setuju mengajarkan remaja tentang kesehatan seksual adalah hal yang sangat penting. Tapi langkah yang dilakukan ini sudah terlalu jauh," ungkap si ibu. Setiap orangtua pasti ingin melindungi anak-anaknya, tapi langkah yang diambil oleh sekolah sudah melewati batas. Hal ini karena banyak orangtua yang tidak menyadari putrinya sudah mendapatkan kontrasepsi implan.

Data menunjukkan di Southampton ada sebanyak 136 kehamilan pada usia 13-15 tahun pada tahun 2001-2003, namun data ini sempat menurun jadi 106 kehamilan pada tahun 2007-2009. Kontrasepsi implan adalah menyisipkan implan yang berbentuk seperti kapsul tipis di bawah kulit lengan atas, kontrasepsi ini bisa bertahan selama 3-5 tahun dan pemasangan serta pencabutannya harus dilakukan oleh tenaga ahli. Jenis kontrasepsi ini bisa menimbulkan efek samping gangguan pola menstruasi seperti terjadi spotting (bercak darah). Selain itu diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
 
Para pemimpin remaja, ingatlah kalian adalah generasi masa depan dimana nasib kejayaan maupun moral negara Indonesia akan ada di pundak kalian. Bila pengaruh sikap negatif dari dunia barat seperti ini, dimana prilaku sex di luar nikah menjadi seakan “halal” dilakukan sejak di usia dini, bagaimana nilai moral bangsa Indonesia di masa depan?? Tentunya berita seperti perbuatan Ariel Peterpan, Perselingkuhan melibatkan Zumi Zola dsb , yah itu akan menjadi hal biasa karena akan dianggap seperti Life Style di dunia anak muda.  Pertanyaannya adalah “Bila moral anak muda sudah bobrok, bagaimana dengan nilai moral yang akan dikembangkan di dalam keluarga masa depan..?? Tentu otomatis akan bobrok juga, sedangkan Kekuatan sebuah bangsa dimulai dari keluarga yang sehat!!”
 
Para pemimpin remaja, apapun pengaruh yang terjadi di luar sana, janganlah goyah  dan tetaplah percaya diri sekalipun godaan begitu besar, percayalah bahwa sebagai alumni CPR, dari usia dini kalian dipersiapkan agar tetap menjaga “Nilai” diri kalian, sehingga akan menjadi berarti di masa depan dan salah satu yang harus dilakukan adalah “Jagalah kehormatan dirimu”.

 
Selamat berjuang!! (IVT)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

ok

alt

alt

alt

Konsultasi pembina / advisor

Leila
Hi, very good site you have got going here. my web page Harper Casimiro
Friday, 07 November 2014
dena kusuma
Tanya: Kalau mau gabung bagaimana caranya nya? Jawab: Caranya mudah kok, silakan ...
Tuesday, 22 May 2012